Mengutip Time and Date, gerhana matahari cincin terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus. Namun, posisi Bulan saat itu berada cukup jauh dari Bumi sehingga ukuran tampaknya lebih kecil dibandingkan Matahari. Akibatnya, Bulan tidak mampu menutupi Matahari sepenuhnya.
Pada fase puncak gerhana, bagian tepi Matahari masih terlihat mengelilingi Bulan dan membentuk cincin cahaya yang khas. Fenomena ini dikenal dengan istilah annulus, dari bahasa Latin yang berarti “cincin”.
Mengapa Gerhana Matahari Cincin Bisa Terjadi?
Gerhana matahari cincin hanya dapat terjadi jika tiga kondisi utama terpenuhi secara bersamaan.
1. Fase Bulan Baru
Gerhana matahari selalu terjadi saat fase Bulan Baru, ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Dalam kondisi normal, Bulan Baru tidak terlihat dari Bumi, tetapi saat gerhana terjadi, Bulan tampak sebagai siluet gelap di depan Matahari.
2. Bulan Berada di Dekat Simpul Orbit
Orbit Bulan miring sekitar 5 derajat terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari (ekliptika). Titik pertemuan kedua jalur tersebut disebut simpul bulan.
Ketika Matahari dan Bulan berada dekat simpul ini, terbentuklah musim gerhana yang berlangsung sekitar 34,5 hari. Dalam satu musim, biasanya terjadi dua hingga tiga gerhana, dan setidaknya satu di antaranya merupakan gerhana matahari.
3. Bulan Berada di Titik Terjauh dari Bumi (Apogee)
Orbit Bulan berbentuk elips sehingga jaraknya dari Bumi selalu berubah. Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di dekat apogee, yaitu titik terjauh dari Bumi. Pada posisi ini, ukuran visual Bulan tampak lebih kecil daripada Matahari sehingga tepi Matahari tetap terlihat sebagai cincin terang.
Perbedaan Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Total
Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan berada cukup dekat dengan Bumi sehingga tampak sama besar atau bahkan lebih besar dari Matahari. Kondisi ini memungkinkan Bulan menutup seluruh cakram Matahari dan membuat langit sesaat menjadi gelap.
Sebaliknya, pada gerhana matahari cincin, Bulan berada lebih jauh dari Bumi. Bulan hanya menutupi bagian tengah Matahari dan menyisakan lingkaran cahaya terang di sekelilingnya. Meski tidak segelap gerhana total, fenomena cincin api tetap menjadi salah satu pemandangan astronomi paling menakjubkan.
Tahapan Gerhana Matahari Cincin
Gerhana matahari cincin berlangsung melalui lima tahap utama:
-
Kontak Pertama: Gerhana parsial dimulai ketika siluet Bulan tampak “menggigit” Matahari.
-
Kontak Kedua: Annularitas dimulai dan cincin api mulai terbentuk. Dalam beberapa kasus, manik-manik Baily—titik-titik cahaya di tepi Bulan—dapat terlihat sesaat.
-
Gerhana Maksimum: Bulan menutupi bagian tengah Matahari secara maksimum.
-
Kontak Ketiga: Annularitas berakhir saat Bulan mulai bergerak menjauh.
-
Kontak Keempat: Gerhana parsial berakhir dan Matahari kembali terlihat utuh.
Secara global, seluruh rangkaian gerhana dapat berlangsung lebih dari enam jam, meskipun tidak dari satu lokasi yang sama. Sementara itu, fase cincin api di satu titik pengamatan bisa berlangsung sangat singkat—mulai dari kurang dari satu detik hingga lebih dari 12 menit, tergantung posisi pengamat terhadap jalur bayangan Bulan.
Perlu diketahui, hanya wilayah yang dilewati bayangan Bulan yang dapat menyaksikan cincin api secara sempurna. Daerah di luar jalur tersebut biasanya hanya melihat gerhana matahari parsial.
Peringatan BMKG: Jangan Melihat Matahari Secara Langsung
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tidak pernah melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung mata yang sesuai, baik saat gerhana maupun pada hari biasa. Paparan sinar Matahari dapat merusak retina secara permanen dan berisiko menyebabkan kebutaan.
Cara Aman Menyaksikan Gerhana
Ada beberapa metode aman untuk menikmati fenomena ini:
-
Gunakan kacamata khusus gerhana matahari yang memiliki filter bersertifikat.
-
Amati secara tidak langsung menggunakan proyektor lubang jarum (pinhole projector).
Cara paling sederhana adalah dengan membuat lubang kecil pada kartu menggunakan ujung pensil, lalu arahkan kartu tersebut ke Matahari. Pegang kartu kedua sekitar satu meter di belakangnya dalam bayangan. Gambar Matahari akan terproyeksi pada kartu kedua sehingga dapat diamati tanpa risiko bagi mata.
Dengan keindahan sekaligus keunikannya, gerhana matahari cincin 17 Februari 2026 menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat untuk menyaksikan fenomena langit yang jarang terjadi. Pastikan untuk mempersiapkan metode pengamatan yang aman agar pengalaman melihat “cincin api” tetap berkesan tanpa membahayakan kesehatan mata.***
