Sambut Paskah dengan Kekhidmatan: SMA Sint Louis Semarang Gelar Visualisasi Jalan Salib Berbalut Akulturasi Budaya Jawa

 




SEMARANG – Suasana haru dan khidmat menyelimuti kompleks Yayasan Panti Asuhan Katholik (YPAK) Semarang pada Jumat pagi. Ratusan siswa berkumpul untuk menyaksikan momen sakral visualisasi Jalan Salib yang dipersembahkan oleh siswa-siswi SMA Sint Louis Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk refleksi iman dalam menyambut Hari Raya Paskah tahun 2026.

Membangkitkan Tradisi dan Pembentukan Karakter

Visualisasi kisah sengsara Yesus Kristus ini bukan sekadar rutinitas tahunan. 

Bagi SMA Sint Louis, gelaran tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam. Selain sebagai peringatan hari besar keagamaan, kegiatan ini menjadi tonggak kebangkitan kembali tradisi sekolah yang sempat vakum dalam waktu cukup lama.

"Tujuan utama kami adalah pembentukan karakter siswa. Melalui visualisasi ini, para siswa diajak untuk mendalami makna pengorbanan, kesabaran, dan kasih, sekaligus mengasah rasa tanggung jawab dalam sebuah tim," ujar Bernadetta Sri Rejeki, S.Pd., M.Pd.. selaku kepala SMA Sint Louis Semarang. 

 

                                              

Keunikan Akulturasi: Jubah Romawi dan Lurik Jawa

Ada yang berbeda dalam pementasan kali ini. Alih-alih menggunakan kostum Timur Tengah klasik secara menyeluruh, SMA Sint Louis menghadirkan sentuhan akulturasi budaya yang unik. Para pemeran mengenakan paduan busana yang merepresentasikan pertemuan budaya Romawi dan lokalitas Jawa.

Sentuhan etnik terlihat jelas melalui penggunaan:

  • Kebaya dan Lurik: Dikenakan oleh para pemeran figuran dan para rakyat, memberikan nuansa kedekatan dengan budaya lokal.

  • Kreativitas Mandiri: Seluruh kostum yang dikenakan merupakan hasil kreativitas dan tangan terampil para siswa SMA Sint Louis sendiri.

     



Harmonisasi Suara Silo Voice 

Kekhidmatan acara semakin memuncak berkat iringan merdu dari Silo Voice. Grup vokal kebanggaan SMA Sint Louis yang telah mendulang banyak prestasi dan kejuaraan ini membawakan lagu-lagu sengsara dengan aransemen yang menyentuh kalbu. Perpaduan visual akting yang kuat dan vokal yang mumpuni membuat penonton—yang terdiri dari seluruh siswa kampus YPAK—terhanyut dalam suasana refleksi.

Sepanjang prosesi  perhentian, seluruh audiens tampak mengikuti dengan tertib dan tenang. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, menandai kesiapan hati seluruh warga sekolah dalam menyambut kemenangan Paskah.

 

 

kejumanis  

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama