Paus Leo XIV Tiba di Lebanon: Bawa Harapan Perdamaian di Tengah Krisis Berkepanjangan

 


YPAKMedia.com - Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi Gereja Katolik, tiba di Lebanon pada Minggu, November 2025 untuk kunjungan dua hari yang dinilai membawa harapan besar bagi perdamaian di negara yang tengah menghadapi krisis panjang. 

Kunjungan ini menjadi sorotan dunia internasional karena dianggap sebagai momentum penting bagi rekonsiliasi dan dialog lintas agama di negeri Timur Tengah tersebut.

Pemimpin gereja asal Amerika Serikat itu mendarat di Beirut setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan ke Turkiye. Di Lebanon, Paus Leo XIV dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joseph Aoun, satu-satunya kepala negara beragama Kristen di wilayah dunia Arab. Pertemuan tersebut akan berlangsung di Istana Kepresidenan, disertai penyampaian pidato kepada otoritas setempat serta para diplomat pada Minggu sore.

Menurut laporan jurnalis AFP yang ikut dalam penerbangan, kunjungan Paus Leo XIV disambut penuh antusias oleh masyarakat Lebanon yang jumlah penduduknya mencapai sekitar 5,8 juta jiwa, dengan keragaman agama yang begitu kuat. Harapan besar muncul agar kedatangannya mampu menguatkan persatuan serta membuka peluang dialog damai antarumat beragama.

Lebanon dalam Krisis Bertahun-Tahun

Sejak tahun 2019, Lebanon menghadapi serangkaian krisis berat. Negara itu mengalami kemerosotan ekonomi, ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada 2020, hingga meningkatnya ketegangan bersenjata dengan Israel. Kondisi tersebut memukul berbagai sektor dan memunculkan ketidakpastian politik serta sosial di tengah masyarakat.

Di tengah situasi sulit itu, kehadiran Paus Leo dianggap membawa semangat baru. Ini juga menjadi kunjungan Paus pertama ke Lebanon setelah Paus Benediktus XVI pada 2012.

Rangkaian Kunjungan Bersejarah ke Turkiye

Sebelum tiba di Lebanon, Paus Leo XIV terlebih dahulu melakukan kunjungan penting ke Turkiye, negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Meski komunitas Kristennya relatif kecil (sekitar 100.000 orang), kunjungan Paus dianggap memiliki makna simbolis yang sangat kuat.

Dalam sejarah, Paus Leo XIV menjadi Paus kelima yang mengunjungi Turkiye, melanjutkan jejak:

  • Paulus VI (1967)
  • Yohanes Paulus II (1979)
  • Benediktus XVI (2006)
  • Paus Fransiskus (2014)

Kunjungan berlangsung sejak Kamis, 27 November 2025. Paus Leo mengawali pertemuan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Iznik untuk memperingati 1.700 tahun Konsili Nicea Pertama, peristiwa penting dalam sejarah Gereja Kristen. Ia juga memimpin ibadah ekumenis bersama Patriark Bartholomew I, pemimpin spiritual umat Ortodoks sedunia.

Puncak kunjungan terjadi pada Sabtu, 29 November 2025 di Istanbul, ketika Paus memimpin misa multibahasa yang dihadiri ribuan jemaat meski diguyur hujan deras.

Harapan Baru untuk Timur Tengah

Kini, semua mata tertuju pada Lebanon. Dunia menantikan apakah kehadiran Paus Leo XIV akan menjadi titik balik bagi perdamaian di kawasan yang telah lama menghadapi konflik, krisis ekonomi, dan tekanan geopolitik.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda diplomasi keagamaan, tetapi simbol harapan bagi jutaan orang yang mendambakan stabilitas dan masa depan yang lebih damai.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama