Arkeolog Temukan Makam Berusia 1.000 Tahun di Panama, Berisi Harta Emas Kepala Suku Gran Coclé


YPAKMedia.com - Penemuan spektakuler kembali mengguncang dunia arkeologi Amerika Tengah. Sejumlah arkeolog menemukan makam berusia lebih dari 1.000 tahun di Panama yang dipenuhi artefak emas dan keramik bernilai tinggi. Makam tersebut diyakini milik seorang kepala suku dari budaya Gran Coclé kuno, masyarakat pra-Hispanik yang terkenal dengan keahlian kerajinan emasnya.

Makam itu ditemukan di kawasan taman arkeologi El Caño, salah satu situs pemakaman penting di Panama. Berdasarkan keterangan Kementerian Kebudayaan Panama, situs tersebut digunakan antara tahun 700 hingga 1000 Masehi. Makam terbaru ini diperkirakan berasal dari sekitar tahun 750 M.

Di dalam kubur ditemukan jenazah seorang pria dewasa yang diduga memiliki status sosial tinggi. Ia diyakini sebagai penguasa atau kepala suku dari budaya Gran Coclé, peradaban yang berkembang sekitar 200 SM hingga 1550 M di wilayah yang kini menjadi Panama.

Yang menarik, jenazah tersebut dimakamkan dalam posisi telungkup di atas tubuh seorang wanita. Praktik pemakaman semacam ini diketahui lazim dilakukan oleh masyarakat pra-Hispanik di Panama sebagai bagian dari ritual penguburan elite.

Selain jasad manusia, arkeolog menemukan berbagai harta karun berupa artefak emas dan benda upacara. Di antaranya lima pelat dada emas, dua ikat pinggang berhias manik emas, dua anting berbentuk manusia (pria dan wanita), satu anting berbentuk buaya ganda, serta sejumlah pelat emas melingkar. Peneliti juga menemukan lima anting berhias gigi paus sperma berlapis emas, gelang, serta pakaian yang dihiasi gigi anjing.

Tak hanya itu, terdapat pula seruling tulang, dua kerincingan, dan kalung manik-manik yang diduga memiliki fungsi ritual. Artefak-artefak ini menunjukkan tingginya keterampilan metalurgi dan nilai simbolis emas dalam struktur sosial budaya Gran Coclé.

Situs El Caño sebelumnya juga dikenal sebagai lokasi penguburan ganda. Dalam satu lubang kubur bisa ditemukan antara delapan hingga 32 jenazah, termasuk individu berpangkat rendah yang kemungkinan dikorbankan untuk mendampingi elite di alam baka. Namun hingga kini, jumlah pasti individu dalam makam terbaru masih dalam proses penelitian.

Proses penggalian dan analisis lanjutan masih berlangsung. Para arkeolog berharap temuan ini dapat mengungkap lebih dalam struktur sosial, ritual pemakaman, serta kekayaan budaya Gran Coclé, sekaligus memperkaya pemahaman tentang peradaban pra-Columbus di kawasan Amerika Tengah.

Penemuan makam kuno Panama ini menjadi bukti betapa maju dan kompleksnya peradaban pra-Hispanik jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa di benua Amerika.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama